13/05/12

Para Remaja Australia Makin Kecanduan Situs Porno

Banyak remaja di Australia dilaporkan kecanduan dengan situs porno. Baru-baru ini dua remaja Adelaide menghabiskan sekitar 20.000 dolar Australia (hampir Rp 200 juta) dari kartu kredit orang tua mereka guna mengakses situs online porno. ( wow.....bagaimana dengan indonesia ? )

"Seorang remaja menghabiskan 13.000 dolar dalam masa delapan sampai sembilan bulan mengunduh gambar-gambar porno, sedangkan seorang lagi menghabiskan 6.000 dolar. Usia mereka baru 14-15 tahun," kata Roberto Mittiga, seorang konselor kecanduan obat dan seksual seperti dilaporkan situs The Adelaide.now.

Mittiga mengatakan, semakin banyak remaja yang baru berusia 12 tahun mengunduh gambar porno yang ekstrim ke komputer ataupun smart phones mereka, sehingga kemungkinan menimbulkan dampak psikologis serius.

"Otak mereka belum lagi matang untuk memproses apa yang mereka lihat, dan tindakan ini bisa menimbulkan kecanduan berat di masa depan." kata Mittiga.

Menurut Mittiga, orang tua wajib memberikan perhatian lebih serius mengenai kegiatan online anak-anak mereka dengan memasang firewall ataupun memberikan batasan berapa lama anak-anak mereka boleh online. "Ini bukan masalah moral atau agama, namun kita memberikan teknologi dimana anak-anak ini masih belum mengetahui batas mana yang pantas, dan mana yang tidak."tambahnya.

"Anak-anak memang harus belajar untuk mengerti batasan hubungan seksual yang sehat, namun ini sudah menjurus ke pornografi, dan berbahaya." kata Mittiga.

Menurut laporan The Adelaide.now, beberapa situs online porno sengaja mencari klien anak-anak dengan membuat gambar porno menggunakan kartun dan karakter dari cerita anak-anak.

Menurut laporan korespoden Kompas di Australia, L. Sastra Wijaya, sebuah studi yang dilakukan Universitas Sydney minggu ini mengatakan, 43 persen pengguna situs online porno memulai kegiatan mereka ketika berusia 11-13 tahun.

Penelitian yang melibatkan 800 orang tersebut juga menyimpulkan bahwa 47 persen responden menghabiskan waktu antara 30 menit sampai 3 jam setiap hari melihat pornografi, dan 30 persen di antara mereka mengatakan kinerja kerja mereka terganggu karena tindakan melihat bahan-bahan porno tersebut.

Seorang psikiater forensik Australia, Dr Craig Raeside, mengatakan, ketersediaan bahan porno bagi anak-anak merupakan masalah besar yang belum mendapatkan perhatian serius.

Dalam pengalamannya, Dr Raeside pernah melihat remaja yang menonton bahan-bahan porno sampai 4 jam semalam, dan semakin lama mereka melihat, mereka semakin terbiasa dan toleran terhadap isi bahan-bahan yang mereka lihat.

"Ada bukti bahwa dampak porno terhadap anak-anak hampir sama dengan dampak kekerasan, dan ini bisa membuat mereka melakukan tindakan seksual atau kekerasan di masa depan," kata Dr Raeside.

Perangkat Canggih Dukung Program Desa Pintar

Sebuah mobile data centre teranyar akan segera diluncurkan. Diberi nama LiveCube, nantinya pusat data bergerak ini akan mendukung Program Desa Pintar melalui ketersediaan akses buku-buku virtual.

Managing Director Duta Data Mandiri, Nikolas Budi Pradoto, menjelaskan, data centre ini memungkinkan perpindahan data dengan jaminan keamanan sangat tinggi. Selain untuk mendukung Program Desa Pintar, sasaran utama produk ini adalah lembaga-lembaga pemerintahan.

"Bulan depan akan mulai diluncurkan ke pasar. Dengan jaminan keamanan data, produk ini akan membantu ketersediaan buku-buku virtual," kata Nikolas.

Produk yang dibuat 100 % oleh putra Indonesia ini dapat digunakan untuk mengkoneksikan semua kecamatan di setiap daerah di seluruh Indonesia. Hal itu berbanding lurus dengan rencana pemerintah yang menargetkan separuh penduduk Indonesia bisa mengakses internet pada 2015.

"Produk ini bisa mempercepat target ribuan kecamatan bisa mengakses dengan jaringan internet terkoneksi, karena pasti membutuhkan data center yang memadai di setiap kecamatan," Tuturnya.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international voip calls